70 tahun kita merdeka
7 kali berganti nahkoda
tapi masih jauh dari kata sejahtera
ini adalah sebuah cerita
kapal tua yang bernama indonesia
kapal dengan penumpang berbagai rupa
ada dari sumatra,jawa,madura sampai papua
bersatu untuk nusantara
kapal yang berlayar tak tau arah,arahnya ada
hanya nakhoda kita yang tak bisa membaca
mungkin,
mereka bisa membaca tapi tertutup hasrat membabi buta
nahkoda pertama sang proklamator bersama hatta
katanya,berikan 10 pemuda kan ku guncang dunia
tapi itu hanya bualan semata,hanya isi hati dalam dada
nahkoda kedua,sang jendral yang naik tahta
datang dengan program bernama pelita
bagi mereka bapak pembangunan,bagi kita gak ada bedanya
penumpang bersuara berakhir di penjara
atau hilang di laut samudra
nahkoda ketiga sang wakil yang naik tahta
mewarisi pecah belahnya masa orba
dibangga kan di eropa
di permainkan di indonesia
jerman dapat ilmunya
kita dapat antrean panjang nonton film nya
nahkoda selanjutnya,sang kyai dengan hati terbuka
ia terhenti di sidang istimewa
ketika tokoh reformasi berebut istana
nahkoda kelima,nahkoda pertama seorang wanita
dari tangan ibunya bendera pusaka tercipta
kata bapaknya berikan 10 sepuluh pemuda
kan ku guncang dunia
tapi apa daya itu diluar kemampuan ibu beranak tiga
nahkoda keenam,2 kali mengungguli perolehan suara
dua kali disumpah atas nama garuda
tapi itu hanya awal cerita
cerita panjangnya terpampang di media
lapindo,munir,century,hambalang kami menolak lupa
kini ia telah hadir di sosial media
mungkin bermaksud mengalahkan raditya dika
setelah 4 album entah seperti apa
mungkin ia akan membuat film malam minggu istana
sekarang pemilu telah tiba,waktunya memilih nahkoda
pastikan ia yang mengerti pancasila bukan boneka milik amerika
ia yang mengerti suara kita,bahwa indonesia bisa
inilah cerita kapal tua kita bernama indonesia
7 kali berganti nahkoda
tapi masih jauh dari kata sejahtera
ini adalah sebuah cerita
kapal tua yang bernama indonesia
kapal dengan penumpang berbagai rupa
ada dari sumatra,jawa,madura sampai papua
bersatu untuk nusantara
kapal yang berlayar tak tau arah,arahnya ada
hanya nakhoda kita yang tak bisa membaca
mungkin,
mereka bisa membaca tapi tertutup hasrat membabi buta
nahkoda pertama sang proklamator bersama hatta
katanya,berikan 10 pemuda kan ku guncang dunia
tapi itu hanya bualan semata,hanya isi hati dalam dada
nahkoda kedua,sang jendral yang naik tahta
datang dengan program bernama pelita
bagi mereka bapak pembangunan,bagi kita gak ada bedanya
penumpang bersuara berakhir di penjara
atau hilang di laut samudra
nahkoda ketiga sang wakil yang naik tahta
mewarisi pecah belahnya masa orba
dibangga kan di eropa
di permainkan di indonesia
jerman dapat ilmunya
kita dapat antrean panjang nonton film nya
nahkoda selanjutnya,sang kyai dengan hati terbuka
ia terhenti di sidang istimewa
ketika tokoh reformasi berebut istana
nahkoda kelima,nahkoda pertama seorang wanita
dari tangan ibunya bendera pusaka tercipta
kata bapaknya berikan 10 sepuluh pemuda
kan ku guncang dunia
tapi apa daya itu diluar kemampuan ibu beranak tiga
nahkoda keenam,2 kali mengungguli perolehan suara
dua kali disumpah atas nama garuda
tapi itu hanya awal cerita
cerita panjangnya terpampang di media
lapindo,munir,century,hambalang kami menolak lupa
kini ia telah hadir di sosial media
mungkin bermaksud mengalahkan raditya dika
setelah 4 album entah seperti apa
mungkin ia akan membuat film malam minggu istana
sekarang pemilu telah tiba,waktunya memilih nahkoda
pastikan ia yang mengerti pancasila bukan boneka milik amerika
ia yang mengerti suara kita,bahwa indonesia bisa
inilah cerita kapal tua kita bernama indonesia
No comments:
Post a Comment