Thursday, January 28, 2016

Pergi

merpati putih yang tak pernah ingkar janji
terbang tinggi ke atas bumi
membisikan sebuah kata penuh arti
sarat makna dalam sanubari
yang membekas sakit di lubuk hati
membuat sepi hidup ini

harta
membuat engkau buta
pergi entah kemana
tak menyisakan sebuah tanda
mungkin ini yang pertama
cinta berbuah sia-sia

Tuesday, January 12, 2016

Putus

kala waktu telah berlalu
sunyi sepi selalu menderu
di air tenang,di angin mendayu
serasa hampa perasaanku
mengapa ajal cepat memanggil dulu
sebelum kita bersatu
mungkin,
ini takdir Tuhan
ketika semua telah datang
harus siap tuk hilang
meski itu hanya kasih sayang

Sunday, January 10, 2016

Hilang

suci....
bersih,wangi,putih,menyejukan hati
sedetik tanpamu disisi
membuat sesak dihati
entah mengapa
sekarang kau dimana
hilang tanpa bekas,tanpa berita
mungkin melalang buana apa yang dicita
sepi,sunyi,tak ada yang menemani
itu yang ku rasakan hari ini
tanpa mu kekasih hati
mungkin ini yang terbaik untuk kami

Lama Merdeka

70 tahun kita merdeka
7 kali berganti nahkoda
tapi masih jauh dari kata sejahtera
ini adalah sebuah cerita
kapal tua yang bernama indonesia

kapal dengan penumpang berbagai rupa
ada dari sumatra,jawa,madura sampai papua
bersatu untuk nusantara
kapal yang berlayar tak tau arah,arahnya ada
hanya nakhoda kita yang tak bisa membaca
mungkin,
mereka bisa membaca tapi tertutup hasrat membabi buta

nahkoda pertama sang proklamator bersama hatta
katanya,berikan 10 pemuda kan ku guncang dunia
tapi itu hanya bualan semata,hanya isi hati dalam dada

nahkoda kedua,sang jendral yang naik tahta
datang dengan program bernama pelita
bagi mereka bapak pembangunan,bagi kita gak ada bedanya
penumpang bersuara berakhir di penjara
atau hilang di laut samudra

nahkoda ketiga sang wakil yang naik tahta
mewarisi pecah belahnya masa orba
dibangga kan di eropa
di permainkan di indonesia
jerman dapat ilmunya
kita dapat antrean panjang nonton film nya

nahkoda selanjutnya,sang kyai dengan hati terbuka
ia terhenti di sidang istimewa
ketika tokoh reformasi berebut istana

nahkoda kelima,nahkoda pertama seorang wanita
dari tangan ibunya bendera pusaka tercipta
kata bapaknya berikan 10 sepuluh pemuda
kan ku guncang dunia
tapi apa daya itu diluar kemampuan ibu beranak tiga

nahkoda keenam,2 kali mengungguli perolehan suara
dua kali disumpah atas nama garuda
tapi itu hanya awal cerita
cerita panjangnya terpampang di media
lapindo,munir,century,hambalang kami menolak lupa
kini ia telah hadir di sosial media
mungkin bermaksud mengalahkan raditya dika
setelah 4 album entah seperti apa
mungkin ia akan membuat film malam minggu istana

sekarang pemilu telah tiba,waktunya memilih nahkoda
pastikan ia yang mengerti pancasila bukan boneka milik amerika
ia yang mengerti suara kita,bahwa indonesia bisa
inilah cerita kapal tua kita bernama indonesia

Friday, January 8, 2016

Pupus Harapan

sepi,sunyi diam tanpa arti
meninggalkan kata yang tak bermakna
membuat hati menangis teriris-iris
tak ada sedetikpun dari pikiran ini
membuatmu melamun dalam kondisi tak pasti

hanya sejengkal dari penglihatan mata
namun serasa luas bak samudra
membuat hati makin merana
tanpa mu yang dicinta
entah kau kenapa

emang....
aku bukan sikaya
yang punya kuda besi bermacam warna
hanya bermodal kasih setia
yang tak bernoda